
Pada penghujung November 2025, curah hujan sangat tinggi yang berlangsung selama beberapa hari memicu banjir besar, banjir bandang, serta tanah longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Luapan sungai dan runtuhan lereng perbukitan menyebabkan ratusan desa terendam serta berbagai infrastruktur vital terputus, termasuk jembatan penghubung antarwilayah. Bencana ini tidak hanya merusak permukiman dan fasilitas umum, tetapi juga menelan ratusan korban jiwa, meninggalkan dampak kehancuran yang sangat signifikan bagi masyarakat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga Senin (01/12), tercatat sebanyak 593 orang meninggal dunia dan 468 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatera. Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat kerusakan fisik yang sangat luas, yakni sekitar 3.500 rumah mengalami kerusakan berat, 4.100 rumah rusak sedang, dan 20.500 rumah rusak ringan. Infrastruktur umum turut terdampak, termasuk 271 jembatan dan 282 fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan (sumber: https://news.detik.com).
Upaya evakuasi masih terus berlangsung hingga saat ini dengan mengerahkan segala sumber daya terbaik untuk membantu masyarakat terdampak. Rasa panik masih sangat dirasakan warga, terlebih aktivitas sehari-hari terhenti dan hanya dapat dilakukan secara terbatas di lokasi pengungsian dengan fasilitas yang minim.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana tersebut, Universitas Riau akan menyelenggarakan penggalangan dana yang kemudian akan disalurkan kepada para korban banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang berkenan memberikan donasi, penyaluran dapat dilakukan melalui:
Bank Syariah Indonesia
No. Rek : 711 850 9743
a.n Mesjid Arfaunas Universitas Riau
Informasi &Konfimasi : 0811 7670 901 (Iswadi, ST., MT., PhD)
Donasi diterima paling lambat hari Kamis tanggal 4 Desember 2025 untuk selajutnya direkap dan disalurkan.